Selamat pagi! Kali ini kita akan membahas tentang vitamin. Pernah nggak kalian berpikir kenapa nama vitamin itu menggunakan huruf-huruf abjad? Kenapa tidak vitamin A diberikan nama Albedo, vitamin B diberikan nama Bennet, dan vitamin C diberikan nama Collei? Kenapa penemunya memberikan sesuai abjad? Nah, mari kita bahas tentang itu.
Apa itu vitamin?
Vitamin adalah senyawa organik yang dibutuhkan oleh tubuh kita dalam jumlah kecil agar fungsi-fungsi penting dapat berjalan dengan baik. Tubuh kita tidak mampu menghasilkan vitamin sendiri, sehingga kita perlu mendapatkannya melalui makanan atau suplemen. Saat ini, kita mengenal 13 jenis vitamin, yaitu vitamin A, B1, B2, B3, B5, B6, B7, B9, B12, C, D, E, dan K.
Sejarah penamaan vitamin
Pemilihan nama vitamin berdasarkan urutan abjad merupakan hasil dari penemuan para ilmuwan yang pertama kali menemukan vitamin tersebut. Penemuan pertama dalam dunia vitamin adalah vitamin A pada tahun 1913 oleh Elmer McCollum dan Marguerite Davis. Mereka memperhatikan bahwa tikus yang diberi makan mentega dan kuning telur tumbuh lebih baik dibandingkan tikus yang diberi minyak ikan dan putih telur. Temuan ini mengindikasikan adanya unsur penting dalam mentega dan kuning telur yang mendukung kesehatan. Mereka menamainya “faktor A”.
Selanjutnya, ilmuwan-ilmuwan lain menemukan vitamin-vitamin lain dengan pendekatan serupa. Setiap vitamin baru diberi nama dengan huruf berikutnya dalam urutan abjad. Misalnya, vitamin B ditemukan oleh Casimir Funk pada tahun 1912 sebagai zat yang mampu mencegah penyakit beri-beri. Albert Szent-Györgyi menemukan vitamin C pada tahun 1928 sebagai zat yang dapat mencegah penyakit skorbut. Sedangkan vitamin D ditemukan oleh Edward Mellanby pada tahun 1922 sebagai zat yang mencegah penyakit rakhitis.
Namun, tidak semua huruf abjad digunakan untuk memberi nama vitamin. Beberapa huruf seperti F, G, H, I, J, dan L tidak digunakan karena vitamin-vitamin yang awalnya dianggap sebagai vitamin ternyata tidak memenuhi kriteria tersebut atau telah dimasukkan dalam kelompok vitamin lain. Sebagai contoh, vitamin F pada kenyataannya adalah asam lemak esensial yang termasuk dalam kelompok vitamin B. Vitamin G adalah nama sebelumnya untuk vitamin B2 atau riboflavin. Vitamin H adalah nama sebelumnya untuk vitamin B7 atau biotin.
Adapun mengenai vitamin J, penelitian lebih lanjut telah menunjukkan bahwa sebenarnya vitamin J adalah jenis yang sama dengan Vitamin G, hanya dengan peneliti yang berbeda. Karena itu, ketika Vitamin G berubah menjadi vitamin B2, Vitamin J juga hilang dari daftar vitamin.
Dari daftar alfabet vitamin, beberapa huruf yang tidak digunakan adalah I, N, Q, R, T, V, W, X, Y, dan Z. Selain itu, banyak vitamin lain yang akhirnya dikelompokkan ulang sebagai bagian dari vitamin lain, seperti Vitamin M yang menjadi vitamin B9 dan vitamin PP yang menjadi vitamin B3. Selebihnya, beberapa nama vitamin telah dikeluarkan dari keluarga vitamin.
Kenapa vitamin B memiliki banyak jenis?
Pasti kalian bertanya lagi, lalu kenapa vitamin B mempunyai banyak jenis? Seperti B1, B2, B3, B5, B6, B7, B9, B12. Kenapa vitamin B tidak sama dengan vitamin lainnya?
Itu karena vitamin B disebut sebagai vitamin kompleks karena terdiri dari berbagai macam vitamin yang memiliki fungsi dan struktur kimia yang berbeda-beda. Vitamin B dibutuhkan oleh tubuh untuk berbagai fungsi penting.
Berikut adalah beberapa jenis vitamin B dan peran pentingnya:
- Vitamin B1 (tiamin) : Berperan dalam metabolisme karbohidrat, fungsi saraf, dan fungsi jantung.
- Vitamin B2 (riboflavin) : Berperan dalam metabolisme energi, fungsi saraf, dan kesehatan mata.
- Vitamin B3 (niacin) : Berperan dalam metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein, serta fungsi saraf dan kesehatan kulit.
- Vitamin B5 (asam pantotenat) : Berperan dalam metabolisme energi, fungsi saraf, dan sintesis hormon.
- Vitamin B6 (piridoksin) : Berperan dalam metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein, serta fungsi saraf dan produksi sel darah merah.
- Vitamin B7 (biotin) : Berperan dalam metabolisme karbohidrat, lemak, dan protein, fungsi sel, serta produksi sel darah merah.
- Vitamin B9 (asam folat) : Berperan dalam produksi sel darah merah, fungsi saraf, dan perkembangan janin.
- Vitamin B12 (kobalamin) : Berperan dalam produksi sel darah merah, fungsi saraf, dan sintesis DNA.
Pada awalnya, vitamin B disebut sebagai “faktor anti-beri-beri” karena ditemukan dapat mencegah penyakit beri-beri. Namun, seiring berjalannya waktu, para ilmuwan menemukan bahwa ada berbagai macam senyawa yang memiliki fungsi serupa dengan faktor anti-beri-beri. Senyawa-senyawa ini kemudian dikelompokkan menjadi vitamin B kompleks.
Kenapa tidak ada vitamin B4 dan B8?
Vitamin B4 dan B8 tidak ada karena zat-zat tersebut tidak memenuhi kriteria vitamin. Vitamin adalah zat organik yang dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah kecil untuk menjalankan fungsi-fungsi penting. Vitamin tidak dapat dibuat oleh tubuh sendiri, sehingga harus didapatkan dari makanan atau suplemen.
Vitamin B4 pada awalnya diyakini sebagai zat yang berperan dalam metabolisme energi. Namun, penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa vitamin B4 sebenarnya adalah campuran dari arginin, glisin, riboflavin, dan pyridoxine. Zat-zat ini tidak memiliki fungsi yang sama, sehingga tidak dapat dikelompokkan sebagai vitamin.
Vitamin B8 pada awalnya diyakini sebagai zat yang berperan dalam sintesis asam lemak. Namun, penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa vitamin B8 sebenarnya adalah nukleotida asam adenilat. Nukleotida asam adenilat adalah komponen penting dari DNA dan RNA, tetapi tidak memenuhi kriteria vitamin karena tidak dibutuhkan oleh tubuh dalam jumlah kecil.
Demikianlah penjelasan singkat tentang asal-usul nama-nama vitamin berdasarkan huruf-huruf abjad. Semoga penjelasan ini bermanfaat dan dapat menambah pemahaman kita mengenai pentingnya vitamin bagi kesehatan.
Pelajaran yang bisa diambil
“Jadilah seperti vitamin walau dengan jumlah sedikit namun tetap memberikan manfaat yang besar, jika anda tidak memberikan manfaat seperti anda perlu dihilangkan seperti vitamin F, G, H, J”
Sekian, Terima kasih
