meteor

Pasti kalian sangat tahu dengan yang namanya meteor. Namun jika kalian berangapan bahwa meteor adalah sebutan untuk benda langit adalah sebuah kekeliruan. Meteor adalah jalur jatuhan meteorid ke bumi yang terlihat seperti lintasan cahaya. Sedangkan meteorid adalah benda langitnya.

Jadi, kenapa meteor meledak di atmosfer?

Sebelum kita membahas tentang itu, mari kita mengupas dulu apa yang terjadi ketika meteorid memasuki atmosfer. Atmosfer bumi sebenarnya memiliki suhu yang begitu panas, sangkin panasnya cukup untuk membuat logam dan batuan terbakar. Kalian tahu berapa suhunya, yaitu sekitar 1.648 derajat celcius. Jadi benda langit apapun yang masuk ke bumi akan terbakar di atmosfer karena atmosfer merupakan perisai bumi dari hujan meteorid setiap hari.

Ketika meteorid mamasuki atmosfer bumi dan terbakar pada saat itulah meteor terbentuk. Jika kalian mengira jejak cahaya meteor terbentuk karena gesekan dengan atmosfe, hal itu tidak sepenuhnya salah dan juga tidak sepenuhnya benar. Penyebab lintasan cahaya tersebut adalah karena tekanan ram. Tekanan ram pada ilmu fisika terjadi ketika meteorid melaju dengan kecepatan supersonic masuk kedalam atmosfer. Sehinga pada bagian depan meteorid tersebut dihamba oleh tekanan udara yang besar. Kemudian tekanan udara ini memanaskan udara disekitar meteorid dan juga memanaskan meteorid. Sehingga menyebabkan meteorid terbakar dan terlihat dilangit seperti garis cahaya.

Baca juga : Sebenarnya Hujan Dapat Membunuh Manusia, Kenapa?

Namun ketika meteorid sedang terbakar di atmosfer tiba-tiba saja meledak tanpa sebab. Kenapa hal ini bisa terjadi? Hal ini terjadi karena tekanan udara di atmosfer bumi lebih tinggi dari pada tekana udara pada meteorid. Sehingga tekanan udara memaksa masuk kedalam meteorid melalui celah-celah pada meteorid. Karena meteorid tidak sangup menahan tekanan udara yang tinggi akhirnya meledak menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Namun kadang-kadang bangian kecil dari meteorid ini masih bisa menghantam bumi.

Contoh dari kasus seperti ini adalah pada tahun 2013 di Rusia. Sebuah meteor meledak Chelyabinks, meteor yang diperkirakan memiliki ukuran 20 meter ini meledak di udara pada ketinggian 29 kilometer di atas pegunungan ural. Yang awalnya meteor jni memiliki berat 10.000 ton dan saat sampai dibumi hanya tinggal 2.000 ton.

Nah itulah penyebab meteorid bisa meledak di langit. Jika meteorid meledak dan terbakar di atmosfer yang kemudian ketika sampai dipermukaan bumi hanya tinggal butiran debu. lalu kenapa pesawat ulak alik tidak terbakar dan meledak ketika kembali mamasuki atmosfer bumi?

Sekian, Terima kasih

3 thoughts on “Kenapa Meteor Meledak Sebelum Menghantam Bumi?”
  1. May I simply say what a comfort to discover somebody who genuinely knows what they are talking about over the internet. You actually understand how to bring a problem to light and make it important. More people ought to check this out and understand this side of the story. I cant believe you arent more popular because you surely possess the gift.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *