Pernah enggak kalian berpikir kenapa jantung bisa menimbulkan bunyi? Saya penasaran kenapa jantung mengeluarkan suara? Kenapa tidak diam saja? Tapi ketika jantungnya diam malah orang-orangnya ikut-ikutan diam. Heran saya? Dan karena itu mari kita kupas masalah ini dengan seksama.
Sepanjang hidup kita jantung akan berdenyut sekali setiap detik dan akan berhenti sekali seumur hidup. Ya, karena setelah itu kami akan M-A-T-I atau koit. Anda dapat mendengar dengan jelas suara jantung dengan alat bantu yang sering saya sebut stetoskop.
Kenapa bisa jantung berbunyi? Ini disebabkan ketika kedua bilik mulai berkontraksi, katup mitra dan katup trikuspid menutup secara tiba-tiba. Kemudian katup pulmonology dan aorta membuka, dan daun dari kedua katup ini bervibrasi (bergetar) karena tekanan tiba-tiba yang disebabkan oleh darah yang mendorong mereka untuk mengembang.
Bunyi jantung terutama ditimbulkan oleh penutupan katup mitra (terletak di antara serambi kiri dan bilik kiri) dan katup trikuspid (terletak antara serambi kanan dan bilik kanan) yang disebut bunyi jantung pertama, dan itu sering dibayangkan sebagai “lub” jika Anda membayangkan bunyi jantung keseluruhan sebagai “lub-dub.” Segera setelah bunyi pertama meredup, tekanan pada bilik akan turun, cukup untuk membuat katup aortik dan pulmonik tertutup dan terbukanya katup Mitra serta katup trikuspid.

Bunyi jantung kedua disebabkan terutama oleh penutupan katup pulmonik (terletak pada outlet bilik kanan) dan aorta. Jika bunyi jantung pertama sering dibayangkan sebagai “lub” maka bunyi jantung kedua diibaratkan sebagai “dub.” Karena waktu relaksasi jantung lebih lama dari pada prosesnya jantung berkontraksi untuk memompa darah. Proses rileks jantung ini disebut distole sedangkan ketika jantung berkontraksi untuk memompa darah disebut sistole. Maka ada saat diam antara setiap siklus jantung. Konsekuensinya, bunyi jantung normal dapat diibaratkan seperti lub-dub diam lub-dub diam dan seterusnya. Tapi jika lub-dub diam, maka Anda tidak berdiam di dunia ini lagi.
Baca juga : Jupiter itu planet atau bintang gagal?
Kadang-kadang vibrasi dari dinding bilik mungkin terdengar seakan bilik tersebut berisi darah yang dicurahkan dari serambi selama periode rileksasi (distole). Bunyi jantung ini disebut bunyi jantung ketiga, relatif umum dikalangan orang muda yang sehat.
Masih belum mengerti? Maka saya akan menyederhanakannya

Ketika jantung mengisi darah ke bilik, maka katup mitra dan trikuspid akan terbuka. Setelah selesai mengisi darah maka katup mitra dan trikuspid akan menutup. Saat penutup ini katup akan bergetar dan menimbulkan suara “lub”. Dan ketika jantung memompa darah maka katup pulmonik dan aorta akan membuka. Setelah selesai memompa maka katup pulmonik dan aorta akan tertutup. Dan ketika tertutup ini menimbulkan bunyi “dub.” Dan karena ada saat diam ketika setelah memompa maka jantung akan diam. Seperti itulah kenapa jantung bisa menimbulkan bunyi lub-dub diam.

[…] Baca juga : Kenapa Jantung Bisa Bersuara Ketika Memompa Darah? […]