Disekolah kita diberi tahu kalau bumi itu mempunyai beberapa lapisan. Yaitu kerak (Crust), Mantel (Matle), Inti luar (Outer Core) dan inti dalam (Inner Core). Kerak bumi merupakan lapisan terluar dari bumi yang kita pijak sekarang ini. Lapisan ini sangat lah tipis, hanya memiliki ketebalan70 Km saja. Mantel bumi sangat lah tebal, yaitu iya memiliki ketebalan mencapai 2.900 Km. Sedikit lebih jauh lagi di dalam kita akan menemui inti luar bumi yang berada di kedalaman 2.890-5.150 Km. Inti luar ini memiliki ketebalan sekitar 2.200 Km dan tersusun dari besi, nikel, sulfur dan oksigen yang berbentuk cair. Dan sampailah kita ke inti bagian dalam bumi, yang memiliki suhu mencapai 5.000 hingga 6.000 derajat Celcius. Yang mana suhu ini sama dengan suhu matahari.
Setelah mendengar semua itu, kita mulai berpikir dari mana para ilmuwan mengetahui semua itu? Padahal lubang terdalam yang pernah digali oleh manusia hanya 12 Km. Yang mana jarak sejauh itu baru mencapai 1 persen menuju inti bumi. Masih terlalu jauh untuk menuju inti bumi.
Di sini lah ilmu seismologi sangat berjasa. Ketika sebuah gempa terjadi, maka akan menghasilkan gelombang seismik. Yang mana gelombang ini akan melewati permukaan bumi dan bagian dalam bumi. sebuah gelombang kejut yang akan melalui bagian dalam planet sehingga gelombang tersebut akan sampai kesisi planet yang lain. Dan kemudian seismologi akan merekam gelombang tersebut. Pada awal seismologi diketahui bahwa terdapat beberapa gelombang getaran yang hilang. Yang mana gelombang tersebut seharusnya muncul di sisi lain bumi, namun sama sekali tidak terdeteksi. Gelombang ini diberi nama gelombang S (S-wave).
Kenapa gelombang S ini menghilang?
Gelombang S merupakan serangkaian gerak partikel di bawah permukaan dengan arah geraknya tegal lurus dengan arah penjalaran gelombang. Gelombang S ini tidak bisa melalui cairan. Disebabkan karena medium fluida (Cair) memiliki elastisitas yang kecil. Sehingga Gelombang S akan berubah bentuk ketika melewati Cairan.

Dari fakta tersebut didapatkan sebuah kesimpulan, bahwa jauh di bawah sana bebatuan berubah menjadi cair. Dengan memetakan jalur gelombang S ini, didapatkan kesimpulan bahwa 3000 km di bawah kaki kita, bebatuan padat mulai menjadi cair. Namun kejutan belum sampai di sana. Pada 1930, seorang seismologi Denmark yang bernama Inge Lehmann menemukan sebuah gelombang yang dapat melalui inti cair bumi ini, yaitu gelombang P. Tidak sama seperti gelombang S yang menghilang begitu saja melalui inti cair bumi. Gelombang P ini bisa melalui inti cair bumi dan dapat terdeteksi kembali di sisi lain bumi. Dengan penemuan ini, diketahui bahwa sebenarnya inti bumi memiliki 2 bagian. Yaitu inti bumi luar yang berbentuk cair dan inti dalam yang berbentuk padat. Namun teori Inge Lehmann ini baru bisa di konfirmasi 40 tahun kemudian. Ketika alat seismologi yang lebih sensitif ditemukan.
Baca juga : J1407B, planet super cantik di alam semesta

Diperkirakan bahwa inti bumi yang padat sebagian besar terdiri dari besi. Sehingga para ilmuwan dari prancis pada tahun 2013 melakukan uji coba dengan menggunakan besi murni yang diberikan tekanan sedikit lebih tinggi dari inti bumi. Mereka pun berhasil membuat perkiraan yang akurat tentang inti bumi. Besi murni saat di inti bumi memiliki titik lebur di sekitar 6.230 derajat Celcius. Dengan perkiraan terdapat sedikit materi lain inti bumi, panasnya hanya berkurang 200 derajat Celcius. Dan dengan suhu sepanas itu, inti bumi masih sepanas permukaan matahari. Jika kalian bertanya kenapa inti bumi bisa sepanas itu? Kita akan membahasnya di lain waktu.
Sekarang kita kembali lagi ke pembahasan gelombang P. Ilmuwan menyadari ketika gelombang ini melalui inti padat bumi, tiba-tiba menjadi lambat dari yang seharusnya. Sehingga disimpulkan bahwa terdapat unsur lain yang membuat gelombang ini melambat. Dan unsur tersebut adalah Nikel, namun ketika dilakukan uji coba dengan Nikel. Diketahui bahwa gelombang P hanya melambat sedikit. Sehingga masih terdapat unsur lain di inti bumi yang belum diketahui.
Jadi seperti itu lah cara para ilmuwan mengetahui keadaan inti bumi kita. Walau kita tidak bisa mencapai jauh ke bawah. Tapi setidaknya pengetahuan kita sudah jauh menyusurinya.
Sekian, terima kasih

[…] Baca juga : Dari mana ilmuwan mengetahui inti bumi itu padat? […]